Sabtu, 26 Oktober 2013

SPIRIT SUMPAH PEMUDA


SAATNYA .. !!!
SUMPAH PEMUDA KEMBALI MENJADI SPIRIT PERJUANGAN PEMUDA

85 Tahun yang lalu tepat tanggal 28 oktober 1928,dalam sebuah pertemuan yang dinamakan Kongres Pemuda II di Jalan Kramat Raya 106 Jakarta Pusat lahirlah sebuah gagasan besar yang mempersatukan seluruh pemuda lintas daerah,suku dan agama yang didasari kesamaan nasib dan cita-cita yakni cita-cita Memerdekakan bangsa Indonesia dari penjajahan. Gagasan persatuan ini kemudian diikrarkan dalam sebuah sumpah yang dinamakan Sumpah Pemuda yang berbunyi :
-          Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia.
-          Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia.
-          Kami poetera dan poeteri Indonesia, mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.
Sumpah pemuda ini begitu kuat terpatri dalam jiwa setiap pemuda bangsa Indonesia saat itu sehingga sumpah pemuda seakan menjadi spirit perjuangan yang kokoh,melahirkan sebuah kekuatan anti kolonial yang besar yang tidak lagi mengenal rasa takut,tidak lagi mengenal kata mundur,tidak lagi memngenal kata menyerah yang ada hanyalah sebuah tekad Merebut Kemerdekaan Indonesia.
17 Agustus 1945, setelah melalui perjalanan panjang,pengorbanan yang besar,berbagai pergolakan pemikiran dan politik,semangat sumpah pemuda mencapai Klimaksanya dengan dikumandangkannya Proklamasi Kemerdekaan Indonesia oleh Soekarno – Hatta atas nama bangsa Indonesia.
Dihari itu,segala pengorbanan keringat,darah,waktu,tenaga,pikiran,penjara,pengasingan seakan terbayarkan dengan terwujudnya cita-cita perjuangan yakni Kemerdekaan Indonesia dimana sejak itu Indonesia yang terdiri dari berbagai suku,agama,bahasa bersatu menjadi sebuah negara yang merdeka.
Lantas Bagaimana Kondisi Bangsa Indonesia Setelah 85 tahun diikrarkannya Sumpah pemuda dan 68 Tahun dikumandangkannya Proklamasi kemerdekaan indonesia. Dalam Konstitusi Negara Republik Indonesia UUD 1945, cita-cita atau tujuan kemerdekaan bangsa Indonesia dijelaskan secara gamblang dan jelas yakni Menciptakan Kesejahteraan Umum dalam hal ini seluruh Masyarakat Indonesia,Mencerdaskan Kehidupan bangsa,serta ikut melaksanakan ketertiban dunia yang didasarkan pada Ketuhanan yang Maha Esa,kemanusiaan yang adil dan beradab,persatuan Indonesia, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilam serta keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Sudahkah Cita-cita itu tercapai ?
Terkadang saya berkhayal,bagaimana seandainya suatu ketika para pendahulu yang telah melakukan pengorbanan yang besar dalam pencapain Kemerdekaan ini tiba-tiba bangkit dari kuburnya kemudian memberikan pertanyaan itu kepada kita Generasi yang memikul tanggung jawab melanjutkan Cita-cita kemerdekaan Indonesia ini. Jawaban apa yang akan kita berikan,hal apa yang akan kita tunjukan dari kondisi bangsa hari ini yang dapat memuaskan mereka yang telah memberikan hadiah kemerdekaan yang begitu indah yang hari ini kita nikmati.
Memang hal itu merupakan suatu hal yang tidak mungkin terjadi,tapi apakah kita gnerasi saat ini tidak pernah berpikir bahwa dengan membiarkan kondisi bangsa yang semakin hari semakin terpuruk kita telah melakukan penghianatan besar kepada mereka.Kita telah menyia-nyiakan perjuangan panjang mereka,menginjak-injak niat tulus mereka yang tidak menginginkan kita generasi pasca kemerdekaan merasakan kerasnya derita penjajahan seperti yang mereka rasakan saat itu.
Oleh karena itu,setelah 85 tahun diikrarkanya sumpah pemuda sudah saatnya kita Generasi Pemuda saat ini melaksanakan seluruh tanggung jawab kita dalam mendorong terwujudnya cita-cita perjuangan kemerdekaan bangsa. Sumpah Pemuda harus kembali menjadi Spirit Perjuangan pemuda dalam melawan Neokolonilisme yang dialami oleh bangsa Indonesia hari ini. Mengangkat tangan kiri sebagai simbol perlawanan kita terhadap para penghianat yang sedikit lagi mengembalikan kondisi bangsa Indonesia tak ubahnya kondisi bangsa Indonesia di masa Penjajahan.


                                                                                                Kendari,28 Oktober 2013
                       

                                                                                                Wahidin Kusuma Putra
                                                                                                 Ketua Umum AMST

Tidak ada komentar:

Posting Komentar